Selada merupakan dedaunan yang sangat cocok untuk dijadikan komponen sajian sehat ini, antara lain:
Endive
Ada dua jenis. Jenis pertama adalah belgian endive, berwarna putih kekuningan dengan warna kuning di ujung luarnya. Teksturnya renyah dan cita rasanya agak pahit. Ketika dimasukkan ke dalam salad, hampir selalu dicincang kasar agar tidak mendominasi cita rasa salad. Jenis kedua, red endive. Merupakan varian baru yang berasal dari Prancis. Daunnya berwarna merah di bagian ujungnya. Cita rasanya justru cenderung manis. Di dapur Eropa, endive biasa dimasak dengan kaldu terlebih dahulu untuk mengurangi rasa pahitnya.
Arugula
Dikenal juga dengan sebutan daun rocket. Bentuk daunnya bergerigi dan berwarna hijau gelap. Memiliki cita rasa yang sedikit pedas dengan sentuhan merica. Ideal ditambahkan ke dalam kombinasi sayuran kala membuat salad.
Baby spinach
Kerap ditemukan di pasaran dengan label bayam impor. Daunnya berbentuk bulat dan berukuran kecil. Dipilih daun yang masih muda karena teksturnya lembut dan cita rasanya cenderung manis. Cocok disajikan dengan salad yang berisi telur, tomat, dan lentil.
Red chard
Merupakan daun dari tanaman bit. Memiliki daun berukuran kecil dengan tangkai dan urat daun yang berwarna kemerahan. Didapat dari bit yang masih muda. Cita rasanya sedikit pedas, namun ketika mulai layu berubah menjadi manis.
Cress
Versi lokalnya dikenal sebagai selada air. Karakteristik daunnya berbentuk kecil dengan batang yang keras. Bagian daunnya biasa dipetiki ketika digunakan untuk campuran salad. Karena tumbuh pada lahan tanah yang berpasir, pastikan mencucinya hingga bersih sebelum dikonsumsi.
Alfalfa
Biasa digunakan ketika masih berbentuk kecambah. Tampilannya seperti serabut. Biasa dikemas dalam kotak plastik bersama dengan media tanamnya. Menjadi bahan tambahan pada salad. Cita rasanya netral dengan tekstur yang lembut. (evy/rtsa-3)
Ada dua jenis. Jenis pertama adalah belgian endive, berwarna putih kekuningan dengan warna kuning di ujung luarnya. Teksturnya renyah dan cita rasanya agak pahit. Ketika dimasukkan ke dalam salad, hampir selalu dicincang kasar agar tidak mendominasi cita rasa salad. Jenis kedua, red endive. Merupakan varian baru yang berasal dari Prancis. Daunnya berwarna merah di bagian ujungnya. Cita rasanya justru cenderung manis. Di dapur Eropa, endive biasa dimasak dengan kaldu terlebih dahulu untuk mengurangi rasa pahitnya.
Arugula
Dikenal juga dengan sebutan daun rocket. Bentuk daunnya bergerigi dan berwarna hijau gelap. Memiliki cita rasa yang sedikit pedas dengan sentuhan merica. Ideal ditambahkan ke dalam kombinasi sayuran kala membuat salad.
Baby spinach
Kerap ditemukan di pasaran dengan label bayam impor. Daunnya berbentuk bulat dan berukuran kecil. Dipilih daun yang masih muda karena teksturnya lembut dan cita rasanya cenderung manis. Cocok disajikan dengan salad yang berisi telur, tomat, dan lentil.
Red chard
Merupakan daun dari tanaman bit. Memiliki daun berukuran kecil dengan tangkai dan urat daun yang berwarna kemerahan. Didapat dari bit yang masih muda. Cita rasanya sedikit pedas, namun ketika mulai layu berubah menjadi manis.
Cress
Versi lokalnya dikenal sebagai selada air. Karakteristik daunnya berbentuk kecil dengan batang yang keras. Bagian daunnya biasa dipetiki ketika digunakan untuk campuran salad. Karena tumbuh pada lahan tanah yang berpasir, pastikan mencucinya hingga bersih sebelum dikonsumsi.
Alfalfa
Biasa digunakan ketika masih berbentuk kecambah. Tampilannya seperti serabut. Biasa dikemas dalam kotak plastik bersama dengan media tanamnya. Menjadi bahan tambahan pada salad. Cita rasanya netral dengan tekstur yang lembut. (evy/rtsa-3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar